Doa – Chairil Anwar
Maret 30th, 2011 § 12 Komentar
DOA
Tuhanku
dalam termangu
aku masih menyebut namaMu
biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh
cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
aku hilang bentuk
remuk
Tuhanku
aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
di pintuMu aku mngetuk
aku tidak bisa berpaling
:. lg suka copypaste puisi
puisi cinta-rangga juga bagus bos..
-pecahkan saja gelasnya sampai gaduh
-apa aku harus lari ke hutan, lalu ke pantai
-trus salah siapa? salah gw? salah temen2 gw?
salah lu aja kali, gw kagak…ups, maaf..:d
Puisi Tentang Seseorang
Ku lari ke hutan kemudian menyanyiku,.
Ku lari ke pantai kemudian teriakku
Sepi..sepi dan sendiri aku benci
Ingin bingar aku di pasar..
Bosan aku dengan penat
Enyah saja kau pekat
Seperti berjelaga jika ku sendiri
Pecahkan saja gelasnya biar ramai
Biar mengaduh sampai gaduh
Ada malaikat menyulam jaring labah-labah belang di tembok keraton putih
Kenapa tidak kau goyangkan saja locengnya biar terdera
Atau aku harus lari kehutan
Belok ke pantai..?
Bosan aku dengan penat
Dan enyah saja kau pekat
Seperti berjelaga jika ku sendiri
jyah….
bener2 diposting ama nih bocah..
*tp nih puisi emang paling fenomenal pas jaman gw SMA, mantab jaya =D
tuhan..apa dan siapalah aku.. akupun tak tau….
tuhan..apa dan siapalah aku.. akupun tak tau….lelah aku bertanya..lelah aku mencari..ku terdiam ..termangu…dalam hening dan sepi……..
Tuhan…
meski kulelah, janganlah Engkau pernah lelah menaungiku, menjagaku, membimbingku
salam annisa
, makasih berkunjungnya
@ panji:
-pecahkan saja gelasnya sampai gaduh (wah.. KDRT nih!)
-apa aku harus lari ke hutan, lalu ke pantai (gak harus ke pantai sih.. Pulang aja, Ji. Istirahat..
-trus salah siapa? salah gw? salah temen2 gw? (gue kan gak bilang kalo itu salah elo!)
*critanya lagi ngelanjutin apa yg ditulis sama panji
@ teh ika: hayu Teh, berbagi puisi denganku..
*penikmat puisi
nifaaa..hayu2 berbagi puisi, tp ini bikinnya angot2an euy.
@ panji lgi: gak boleh manggil “bocah” ke Teh Ika”, Ji..
Karena bagaimana pun juga, Teh Ika adalah Teteh kita *loh?
(ngaku-ngaku: modeon)
kata teh ika: “sejak kapan, Va?”
kata panji: “kita…??”
@niefha : jyah, dia malah ngelanjutin kerusuhannya =(
eleh2x, aya naon iyeu teh?!?!
@langit 11 : maafkan si niefha bos, dia orangnya emang kayak gitu (lembar batu sembunyi tangan mode on =)
hahahaha
nifa & panji: lanjutkan pertikaiannya, biar ramai! biar mengaduh sampai gaduh :d