Menjaga Perasaan

Februari 26, 2016 § 4 Komentar

Ketika perasaanmu bergerak seperti roller coaster, perkara remeh temeh cepat membengkakkan hati dan untaian kata sederhana meningkatkan denyar jantung.

Saat seperti itu, katupkan saja bibirmu rapat-rapat. Kunci baris kata yang ingin menghambur keluar.

Urusan ini tak sesederhana yang kau kira. Ingatlah olehmu, bersamaan dengan luruhnya kekuatan hati menahan gusar dan kecewa, ada jarak yang merenggang pelan-pelan antara kau dan Dia.

Bisa jadi, sedalam apa luka menggores hatimu bukanlah karena besarnya sayatan, tetapi karena jauhnya Dia Yang Mahakuat dari hidupmu.

Juanda, 26.02.2016

KeTIDAKberterimaan

Februari 14, 2016 § 1 Komentar

—bisajadi—ketidakberterimaan terhadap hidup dan dirilah yang menjadi pangkal rumitnya memandang dan menjalani kehidupan ini.

Ia—ketidakberterimaan—memberatkan perasaan, menyempitkan hati, menggelapkan jalan. Ia menggiring segenap pikiran dan perasaan hanya untuk meratapi keadaan yang menurutnya tak sempurna. Padahal, apalah yang sempurna di dunia ini selain ke-Mahakuasa-an-Nya.

« Read the rest of this entry »

Jarak

Februari 9, 2016 § 3 Komentar

Ia bukan tentang angka-angka, tentang jauh dan dekat, tentang sempat tak sempat, apalagi tentang waktu.

Ia sepenuhnya tentang hati….

Sketsa Ruang Tunggu

Januari 17, 2016 § 5 Komentar

“Bila kau tak benar-benar tahu kehidupan seseorang, tahanlah diri untuk melontarkan tanya yang bisajadi menyakitkan; apalagi hanya dengan alasan, menurutmu caranya menjalani hidup tak sesempurna caramu.”

Stasiun Jatinegara selepas tengah malam. Kereta-kereta malam antarprovinsi mulai berdatangan. Satu per satu penumpang turun.  Ada yang langsung melanjutkan perjalanan, ada yang bertahan di ruang tunggu—entah menunggu jemputan, atau sekadar menunggu pagi.

« Read the rest of this entry »

Aku [mencintai] Januari

Januari 3, 2016 § 2 Komentar

Abstrak. Absurd. Gamang. Tak tahu arah.
Caranya menghabiskan hitungan jam dalam sekali bumi berotasi pada porosnya—menurutnya (yang suka mendramatisasi sesuatu)—tak lebih hanya sekadar gerak mekanik yang mendekati refleks. Baginya—serasa—tak ada yang istimewa dari berlarinya waktu. Pagi dan senjanya berulang begitu saja. Hingga Januari pun kembali menyapanya.

Meski tak pernah mampu, ia pernah ingin sesekali membenci Januari sembari berharap, sesaat waktu akan berhenti hanya sampai Desember.

« Read the rest of this entry »

Memahat Harap

Juni 3, 2015 § 6 Komentar

tumblr_l9yc75zSID1qc2cblo1_500Ada senja pecah di balik kereta yang melaju, meramaikan sebongkah hati yang membuyar dan mata yang membasah oleh sebab gemuruh keriuhan pikiran. Mata mengerjap memanggil kenangan, lalu memahat harap pada dinding-dinding rumah hati yang mulai mengusam kelam.

« Read the rest of this entry »

Batas Desember

Januari 4, 2015 § 4 Komentar

Saatnya kita bicara. Iya. Tentang batas yang entah bagaimana tercipta. Tentang lisan-lisan yang tak tepat memilah kata, dan hati yang liar menafsir hingga perih membulir.

Ribuan menit tlah terlalui, hanya saling duduk diam di sudut yang berbeda; menatap jendela yang sama….

Semestinya, hati bergandengan lembut sehangat kanak-kanak. Duduk berdampingan di bale sembari bertukar olok dan rahasia. Berebut telur dadar belah tujuh. Ditemani halaman purnama yang riuh.

:. saat pulang nanti, semoga surga tempat kembali kita semua. amiin.