Abiseka

November 21, 2009 § 2 Komentar

Jikalau nyeri kau anggap kematian, niscaya mati itu sudah singgah berkali-kali ke sini. Lalu…pepatlah segalanya menunggu lumat.

Abiseka;

Guyurannya telah menjadi satu-satunya jalan untuk kembali menemukan Dia dalam senyum.

 

:. Menyaksikan thawaf kedua bulan menentang matahari

17:11

21.11.09

nunggu ujan

Iklan

Tagged:

§ 2 Responses to Abiseka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Abiseka at langit LANGIT.

meta

%d blogger menyukai ini: