Kasihanilah Para Pecinta

November 23, 2009 § 2 Komentar

Sepasang aktivis itu datang menemui saya dengan mata berbinar. Binar cinta yang bersemi di mushalla kampus dan di bangku kuliah dan di arak-arakan jalanan demonstrasi untuk reformasi. Di tengah badai politik itu cinta mereka bersemi. Tapi cinta gadis keturunan Arab dengan pemuda Jawa itu kandas. Kasih mereka tak sampai ke pelaminan. Restu orangtua sang gadis tak berkenan meneruskan riwayat asmara putih mereka. Tragis. Tragis sekali. Karena di hati siapa pun cinta yang tulus seperti itu singgah, kita seharusnya mengasihi pemilik hati itu. Sebab itu perasaan yang luhur. Sebab perasaan yang luhur begitu adalah gejolak kemanusiaan yang direstui di sisi Allah. Sebab karena direstui itulah Rasulullah saw lantas bersabda, “Tidak ada yang lebih baik bagi mereka yang sudah saling jatuh cinta kecuali pernikahan.” Islam memang begitu. Sebab ia agama kemanusiaan. Sebab itu pula nilai-nilainya selalu ramah dan apresiatif terhadap semua gejolak jiwa manusia. Dan sebab cinta adalah perasaan kemanusiaan yang paling luhur, mengertilah kita mengapa ia mendapat ruang sangat luas dalam tata nilai Islam. Itu karena Islam memahami betapa dahsyatnya goncangan jiwa yang dirasakan orang-orang yang sedang jatuh cinta. Tak ada tidur. Tak ada aral. Tak ada lelah. Tak ada takut. Tak ada jarak. Yang ada hanya hasrat, hanya tekad, hanya rindu, hanya puisi, hanya keindahan. Puisi adalah busur yang mengirimkan panah-panah asmara kejantung hati sang kekasih. Rembulan adalah utusan hati yang membawa pesan kerinduan yang tak pernah lelah melawan waktu. Dua jiwa yang sudah terpaut cinta akan tampak menyatu bagaikan api dengan panasnya, salju dengan dinginnya, laut dengan pantainya, rembulan dengan cahaya. Mungkin berlebihan atau mungkin memang begitu, tapi siapapun yang melantunkan bait ini agaknya ia memang mewakili perasaan banyak arjuna yang sedang jatuh cinta: separoh nafasku terbang/bersama dirimu. Bisakah kita membayangkan betapa sakitnya sepasang jiwa yang dipautkan cinta lantas dipisah tradisi atau apa saja? Tragedi Zaenudin dan Hayati dalam Tenggelamnya Kapal Vanderwijck, atau Qais dan Laila dalam Majnun Laila, terlalu miris. Sakit. Terlalu sakit. Karena di dalam jiwa seharusnya itu mustahil. Tragedi cinta selamanya merupakan tragedi kemanusiaan. Sebab it,u memisahkan pasangan suami istri yang saling mencintai adalah misi terbesar setan. Sebab itu menjodohkan sepasang kekasih yang saling mencintai adalah tradisi kenabian. Suatu saat, Khalifah Al Mahdi singgah beristirahat dalam perjalanan haji ke Mekah. Tiba-tiba seorang pemuda berteriak, “Aku sedang jatuh cinta”. Maka Al Mahdi pun memanggilnya, “Apa masalahmu?” “Aku mecintai puteri pamanku dan ingin menikahinya. Tapi ia menolak karena ibuku bukan Arab. Sebab itu aib dalam tradisi kami”. Al Mahdi pun memanggil pamannya dan berkata padanya, “Kamu lihat putera-puteri Bani Abbasiyah? Ibu-ibu mereka juga banyak yang bukan Arab. Lantas apa salah mereka? Sekarang nikahkanlah lelaki ini dengan puterimu dan terimalah 20 ribu dirham ini: 10 ribu untuk aib dan 10 ribu untuk mahar.”

taken from: Serial cinta, Anis Matta di http://serialcinta.blogspot.com

§ 2 Responses to Kasihanilah Para Pecinta

  • lia berkata:

    teh, afwan perwajahan postingannya dibikin enak lagi ya. Kalo full teks gini, aku (kayaknya memang cuma aku) jadi rada malas bacanya. Mana ga da capslock lagi ehhehe

    Yakin sih tulisan ini bagus (referensinya pak anis matta gitu lho!), tapi aku lebih suka kalo tiap postingannya spesialis tulisan teh ika. Gimana? afwan lho… ulah pundung 🙂

  • langit11 berkata:

    hehehehe…
    makasiiihhhh banget masukannya, serius seneng *tiup2 terompet
    :. bwt masukan pertama, okeh deh…ntr tak make over wajahnya trus dicampur sama es krim plus kopi plus cokelat biar enak…biasaa postingnya nyela2 waktu 😀 (alasan)
    kr2 ada usulan lg ga, perwajahn yg enak n bikin betah baca tp dg theme tetap ya..hehe

    :. hihihihi…:”>, iyaaah…sbnrnya ga puas jg sih mindahin tulisan orang lain, tp tulisan sendirinya blm lahir tiap hari. doain bs bwt tulisan lbh baik, bermanfaat, n bnyk yahhh…

    :.pastinya…..ditunggu masukannyah lagih 🙂
    semangaaaaaaaaaaaaaaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Kasihanilah Para Pecinta at langit LANGIT.

meta

%d blogger menyukai ini: