Beku

Desember 10, 2009 § 5 Komentar

Sepertinya, langkah ini pun tak lagi memegang utuh sehingga jalanan rata yang ditapaki nyata membuat terayun-ayun. Ditingkahi selarik gerimis, mana nyata mana tiada tak lagi memiliki batas. Ketiadaan membayang.

Berderet kata yang menggumpal beku bertawaf mengitari semakin membawa kegamangan terlempar di negeri antah karena sesenyum Tuhan tak lagi mampu dimengerti, atau menggapai?

kembali menatap bintang melihat bulan berlalu

10.12.09

Iklan

Tagged: , , ,

§ 5 Responses to Beku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Beku at langit LANGIT.

meta

%d blogger menyukai ini: