Mimpi Sempurna

Januari 8, 2011 § 6 Komentar

Merasa tak layak memiliki mimpi. Itu adalah pemangkas pertama terhadap mimpi yang baru bersemi di hati. Merasa tak sanggup, adalah air raksa yang akan membakar dan menjadikan mimpi sebagai abu.

Memiliki mimpi menjadikan kita memiliki harapan. Sementara, harapan adalah bahan bakar yang akan terus menyalakan semangat kita dalam menghadapi dan menjalani kehidupan sehari-hari. Meski terkadang, memiliki harapan (yang tak kunjung tercapai) itu menyakitkan, tapi tak memiliki harapan nyatanya justru mematikan. “Harapan bisa membuatmu terluka lebih dalam dari sebilah pedang tapi tanpa harapan kamu hanya seonggok tubuh tanpa ruh,Langit tanah pernah menuliskannya dengan indah.

Kata Valentino Dinsi, seorang Founder Muslim COACH International, tiga hal yang setidaknya harus kita instalkan dalam otak untuk membuat mimpi menjadi kenyataan atau merancang blue print kesuksesan masa depan, istilah beliau.

Pertama, menaikkan standar hidup. Tentu saja bukan bergaya hidup mewah atau boros. Tapi, mendidik jiwa untuk tidak nrimo begitu saja tanpa berusaha menjadi lebih baik dari keadaan yang ada sekarang. Kalau sekarang puas dengan naik motor setiap hari, ada keinginan untuk naik mobil pribadi tahun depan. Dan diikuti dengan usaha untuk mencapainya. Kalau sekarang terkagum-kagum dengan buku best seller yang berkualitas dan hanya bertanya aku kapan ya bisa menghasilkan karya seperti ini? Maka, ada keinginan kuat disertai usaha untuk menjawab pertanyaan itu secepatnya. Pun, dalam urusan fastabiqul khairat.

Kedua, mengubah keyakinan yang membatasi. Buang jauh-jauh anggapan bahwa Allah menakdirkan kondisi/keberhasilan kita hanya sampai batas ini. Bahwa kita tak akan mampu berbuat lebih. Menghasilkan lebih. Sugestikan diri bahwa kita mampu lebih dari ini…mampu lebih dari ini… . Mestakung Yohhanes Surya memiliki jargon.

Ketiga, ubah strategi. Kalau semua telah dijalankan dengan maksimal, tapi hasilnya masih sama saja? Cari strategi baru yang lebih menjanjikan keberhasilan.

Hanya sedang bertanya bertubi-tubi pada diri. Apa kabar mimpimu? Sudahkah kau tuliskan kembali dan kau buat jalan-jalannya? Atau, akan kau biarkan benar-benar hanya akan sempurna menjadi mimpi yang tak pernah mewujud? Apa kabar visi misi hidupmu? Masihkah tertanam kuat ataukah mengalami disorientasi tanpa kamu sadari?

Bagaimana denganmu teman?

Bagilah keberhasilanmu mencanangkan mimpi-mimpi dan me’nyata’kannya bersama visi hidup yang tak tergoyahkan denganku. J

Sketsa bintang,

21:02 WIB, 08.01.11

sumber gambar: om google, http://www.kfk.kompas.com

Iklan

Tagged:

§ 6 Responses to Mimpi Sempurna

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Mimpi Sempurna at langit LANGIT.

meta

%d blogger menyukai ini: