Senja yang Pucat

Februari 16, 2011 § 4 Komentar

Susah payah kau tantang hari

Merajut  harap dari sulur-sulur kehidupan yang tersisa

Kau angkat tegaktegak penyangga kepala

Bersamaan dengan bayang-bayang kemenangan

Namun,

kau dapati gemintang tak jua hilangenggan membagi terang

hanya sepotong senja pucat

yang tersisa

kau merutuki diri sembari menyalahkan angin yang menerbangkan daundaun

Merebahkan batangbatang padi menyentuh tanah

Kau lupa, kesejatian ulur-Nya tergenggam

di batas paling dalam dari kemenyerahan pada-Nya

 

Lalu, kapankah kau akan menyerah?

 

Bekasi, 16.02.11

Iklan

Tagged: ,

§ 4 Responses to Senja yang Pucat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Senja yang Pucat at langit LANGIT.

meta

%d blogger menyukai ini: