Persahabatan Bagai Kepompong

Juli 14, 2011 § 21 Komentar

“Adakah sahabat sejati?” tanyaku.

Kau jawab, “Sahabat sejati adalah teman yang mampu memberi warna kemajuan pada kita baik secara langsung dari dia atau bayangannya! Dengan premis itu berarti sahabat sejati ADA! Muhammad contoh konkretnya.”

_07/04/05_

Menemukan di catatan usang..mengernyit aku membacanya berulang. Kutemukan kebenaran yang nyata dari jawaban itu. Begitulah sahabat sejati semestinya. Setelah enam tahun berlalu kebenaran jawaban itu lebih terasa. Dulu aku membenarkan, tapi dengan alasan ‘memang begitulah seharusnya’ bukan dengan alasan ‘memang begitulah adanya’. Alasan pertama berangkat dari meyakini baru merasakan, sementara alasan kedua merasakan sekaligus meyakini.

Terima kasih sahabat-sahabatku, adamu membuat warna hariku lebih cerah. Membuatku semakin mengagumi-Nya. Tanpamu, tak akan ada cerita…

Mesti harus kudu baca Dalam Dekapan Ukhuwahnya Salim A. Fillah nih kayaknya. Untuk lebih bisa berteman, bersahabat, dan bersaudara dengan baik.

“APAAA?? Belum baca buku DDU?

“Belum…”

“Ke mana aja??!”

“Eh, sudah sih sedikit. Tapi, waktu itu hati berasa kebas.”

“Jadi?!”

“Nggak dilanjut baca…Hehehe.”

Karena beda antara kau dan aku sering jadi sengketa
Karena kehormatan diri sering kita tinggikan di atas kebenaran
Karena satu kesalahanmu padaku seolah menghapus sejuta kebaikan yang lalu
wasiat Sang Nabi itu rasanya berat sekali: “jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara”.

Mungkin lebih baik kita berpisah sementara, sejenak saja menjadi kepompong dan menyendiri
Berdiri malam-malam, bersujud dalam dalam
Bertafakkur bersama iman yang menerangi hati
Hingga tiba waktunya menjadi kupu kupu yang terbang menari
Melantun kebaikan di antara bunga, menebar keindahan pada dunia

Lalu dengan rindu kita kembali ke dalam dekapan ukhuwah
Mengambil cinta dari langit dan menebarkannya di bumi dengan persaudaraan suci, sebening prasangka, selembut nurani, sehangat semangat, senikmat berbagi dan sekokoh janji..*DDU

#ternyata masih harus terus belajar berteman, bersahabat, dan bersaudara dengan baik supaya tak menyakiti atau menjadi sumber ketaknyamanan teman tanpa disadari…..tak melulu menuntut dimengerti, tapi berusaha untuk mengerti…

Iklan

Tagged:

§ 21 Responses to Persahabatan Bagai Kepompong

Tinggalkan Balasan ke langit11 Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Persahabatan Bagai Kepompong at langit LANGIT.

meta

%d blogger menyukai ini: