Mengunjungi Sangkuriang di Tangkuban Perahu

Januari 4, 2014 § 8 Komentar

Sangkuriang dan Tangkuban Perahu adalah dua hal yang tak terpisahkan. Sebagian besar dari kita, sejak kecil telah mengetahui legenda ini.

Terlepas dari legenda tersebut, saya ingin berbagi cerita tentang perjalanan ke sana beberapa waktu yang lalu. Kami memulai perjalanan dari Bandung kota. Kami, saya dan satu orang teman. Sedianya perjalanan ini akan kami lakukan bertiga, tetapi karena satu teman harus berjuang menyelesaikan thesisnya, dengan terpaksa perjalanan tetap dilakukan meski berdua. Semoga lain waktu dapat mbolang bertiga lagi.

Ongkos dan Rute

Hanya berdua, tak tahu rute jelas, tak menjadi soal. Kami memulai perjalanan dengan naik angkot Kalapa-Ledeng dengan ongkos @Rp4000 dengan waktu tempuh sekitar satu jam. Dari Ledeng naik elep Bandung-Subang dengan tarif @Rp15.000 dengan waktu tempuh sekitar satu setengah jam. Turun tepat di pintu masuk. Posisi pintu masuk, jika kita menulai perjalanan dari arah Ledeng, adalah di sebelah kiri.

Sampai di pintu masuk, bila kita tak menggunakan kendaraan pribadi, kita akan langsung disambut oleh calo-calo angkutan khusus yang akan membawa kita ke puncak Tangkuban Perahu maupun kawah-kawah di sekitarnya.

Catatan penting: jangan langsung terpesona oleh keramahan mereka. Lebih aman bila kita sudah mengantongi informasi berapa tarif sebenarnya dari pintu masuk sampai puncak plus harga tiket masuk. Sebab, bila kita tak tahu infonya, akan mudah menyepakati tawaran para calo dan menyesal kemudian karena ternyata tarifnya berkali lipat.

Pengalaman kami, awal penawaran. Bapak calo dengan sangat meyakinkan bahwa itu adalah penawaran yang murah menyebut nominal @Rp60.000 belum termasuk harga tiket. Harga tiket @Rp13.000. kemudian menawarkan lagi @Rp120.000 PP (naik-turun) plus harga tiket. Kami masih terus menawar karena kami sudah tahu berdasarkan informasi dari teman yang pernah ke sana tariff angkot ke atas sekitar @Rp25.000. tawar menawar terus berlangsung. Dengan segala upaya meyakinkan, sampai mengatakan untungnya sedikit hanya untuk makan, calo terus menawarkan harga mulai dari @Rp90.000 PP, @Rp70.000, dst. Kami bergeming. Sampai-sampai teman saya bilang, “Yaudahlah, Ka. Kita balik ke Bandung ajalah. Jalan ke tempat lain.”

Akhirnya, calo itu menurunkan harga, @Rp50.000 PP (naik- turun, dan turunnya diantarkan sampai Lembang) sementara tiket masuk bayar sendiri.

Beginilah suasana yang terekam di tempat tinggal Sangkuriang ini saat kami ke sana.

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

 

Satu jam berjalan-jalan ternyata lumayan puas. Sebenarnya masih ingin sekadar duduk diam menikmati pemandangan, tetapi ini tak sempat kami lakukan karena teman seperjalanan kami tampak sudah lelah. Setelah mengontak mobil yang tadi kita sewa, kita turun gunung. Seperti kesepakatan, kami diantar sampai Lembang. Dari Lembang kami naik angkutan Lembang-Stasiun Hall dengan tarif @Rp10.000. dari stasiun Hall kami melanjutkan perjalanan ke sekitar BIP dan Jl. Riau.

Rangkuman dana mbolang

–          Kalapa –Ledeng                                                                : Rp   4000

–          Ledeng-TK Perahu                                                           : Rp15.000

–          Pintu Masuk-Puncak PP sampai Lembang             : Rp50.000

–          Lembang-Sta. Hall Bandung                                         : Rp10.000

–          Sta Hall-Leuwi Panjang                                                  : Rp   3500

Jumlah                                                                                  : Rp82.500

 Teman Seperjalanan

Sejatinya, perjalanan ini adalah milik kita sendiri. Mereka yang datang, hanya akan meriuhkan sebentar perjalanan kita sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan masing-masing.

Seperti yang telah saya ceritakan sebelumnya, kami mengawali perjalanan ini memang hanya berdua. Tetapi, di tengah perjalanan kami bertemu dengan orang-orang yang memiliki tujuan sama. Seorang wartawan Vivanews yang jalan sendiri demi melihat rumah Sangkuriang setelah ada pelatihan di Bandung dan dua orang dari Jakarta. Tujuan yang sama, kepentingan yang sama, kebutuhan yang sama, yaitu kebutuhan menyewa angkot untuk sampai ke puncak, menjadikan kami segerombolan orang yang kompak. Kompak mengintimidasi calo minta harga dimurahkan 😀

Kekompakan kami berlanjut hingga di Bandung kota, setelahnya kami berpisah pada tujuan masing-masing, hidup masing-masing.

gambar: koleksi pribadi

04.01.14

Iklan

Tagged: , ,

§ 8 Responses to Mengunjungi Sangkuriang di Tangkuban Perahu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Mengunjungi Sangkuriang di Tangkuban Perahu at langit LANGIT.

meta

%d blogger menyukai ini: