Hilang

Januari 30, 2017 § 2 Komentar

“Bisa jadi penyesalan hanyalah wujud kesedihan yang mendalam atas harapan yang diam-diam hilang.”

Sekali waktu, ada yang diam-diam hilang dari logikamu, dari kecerdasan dan ketelitianmu dalam mengukur segala sesuatu. Kamu pun sempurna kehilangan dirimu.

Lalu, sekali waktu, diam-diam hilang dari rautmu, lengkung senyummu. Duniamu seakan berhenti. Yang kau inginkan hanya duduk berdiam diri sambil membaca atau sekadar bermain dengan gadgetmu—atau bahkan benar-benar hanya berdiam. Tak melakukan apa pun.

Diam-diam segala keriuhan tak lagi menarik hatimu, petualangan tak lagi menantangmu. Tak ada lagi yang ingin kamu taklukkan.

Lalu, dalam diammu kamu menyesali hal-hal yang telah berlalu. Kecerobohanmu menjatuhkan pilihan. Mengikuti perasaan—yang sebenarnya kau pun tahu takada kebenaran di sana.

Iklan

§ 2 Responses to Hilang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Hilang at langit LANGIT.

meta

%d blogger menyukai ini: