Menjaga Nyala

Februari 13, 2017 § 3 Komentar

Ketika hari, bulan, tahun telah berbilang, dan derai hujan tak lagi terhitung, ada hal-hal sederhana yang tiba-tiba menjadi rumit. Hal-hal rumit bertambah-tambah kadarnya.

Ada nyala yang meredup, bahkan hampir mati.

Nyala kebaikan yang dahulu serupa api membakar kayu bakar, sangat mudah berkobar sekali patik, tetiba membeku. Membutuhkan puluhan, bahkan ratusan batang korek api untuk memanggilnya.

Nyala keberanian yang dulu berjuluk singa, tetiba berubah seperti kapas. Melayang-layang mengikuti tiupan angin.

Apakah telah tiba hal ini padamu?
Riuh kebaikan kaupandangi bersama getar rindu, tetapi kakimu terpaku.

Lalu, kau melempar tanya, “Pada siapa harus mengadu?”
Sebelah hatimu menjawab, “Pada Dia yang menciptakan rindu dan menjadikan hatimu biru.”

Namun, kau tak mau tahu.

:. Juanda, 13.02.2017

Iklan

§ 3 Responses to Menjaga Nyala

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Menjaga Nyala at langit LANGIT.

meta

%d blogger menyukai ini: