Hati yang Berisik

Juni 22, 2017 § 1 Komentar

Ada yang bergemuruh dalam hati dan pikiran Ibrahim tatkala ia melihat kaumnya merendahkan diri di depan patung tak bernyawa.

Berisik hati [Nabi] Muhammad dalam kesunyian Hira. Merenungi kerabat dan tatanan hidup mereka yang terasa menyesakkan.

Begitulah hati [para nabi]. Berisiknya adalah benih-benih cahaya. Yang berkecambah karena iman. Ia menjadi pondasi perubahan yang menyelamatkan. 

Namun, ada pula berisik hati yang menggelapkan. Berisik hati kaum Ibrahim mereka-reka bukti pembangkangan sang Nabi pada tuhan mereka. 

Berisik hati pembesar-pembesar Quraisy yang tak henti teringat Nabi Muhammad dan menginginkan kematiannya.

*****

Detik ini, di sini, di dunia yang penuh huru-hara ini, semoga hati kita berisik mengingat-Nya saja. Merancang-rancang segala jalan yang benar-benar mengantarkan diri pulang membawa keselamatan. Menemui-Nya dengan senyum kemenangan.

#nulisrandom2017 

*Publish ulang dengan penyempurnaan 

Gajayana, 22.06.2017

Iklan

§ One Response to Hati yang Berisik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Hati yang Berisik at langit LANGIT.

meta

%d blogger menyukai ini: