Misi Dan Brown di Balik Novel-novelnya

September 15, 2012 § 14 Komentar

Tiba-tiba saja bertanya-tanya. Apa, ya, sebenarnya misi dari penulisan novel-novel konspirasi Dan Brown ini? Kok, bisa begitu saja lulus sensor pembesar-pembesar Yahudi dan bisa beredar bebas padahal isinya banyak mengungkap simbol-simbol mason lengkap dengan tempat-tempatnya. Hmm…sangat telat memang, karena karyanya “The Da Vinci Code” telah terbit beberapa tahun yang lalu. Kemudian, diikuti karya-karya yang lain dan yang terbaru (kalau belum ada yang lebih baru lagi) “The Lost Symbol” juga terbit lebih dari satu tahun yang lalu.

« Read the rest of this entry »

Pollyanna

April 19, 2012 § 3 Komentar

Judul                     : Pollyanna

Penulis                  : Eleanor H Porter

Genre                     : Novel anak

Penerbit                : OrangeBooks

Penerjemah         : Rini Nurul Badariah

Editor                     : Rinurbad & Dee

Cetakan  Mei 2010, 312 hlm

Tak perlu berlelah-lelah mencari. Karena ia ada di sini. Di hati kita sendiri. Itulah bahagia. Bahagia yang sebenarnya. Bahagia yang tak akan mudah pudar.

Ia akan hadir bersama dengan penerimaan hati, bersama buncahan syukur di dada, kesederhanaan dalam memandang sesuatu, dan ketepatan mengambil sudut pandang.

« Read the rest of this entry »

IBF Award ke-11

Maret 12, 2012 § 8 Komentar

Ah, begitu baiknya Ia.

Begitu pemurahnya Ia memberi penyebab tersenyum padaku. Setelah kejutan di bulan sebelumnya, Ia memberi kejutan lagi.

Suatu pagi, ada sebuah undangan berwarna hijau mampir di meja kerjaku yang [selalu] berantakan oleh tumpukan buku yang sebenarnya belum tentu dibaca. Di depan undangan itu ada namaku tertulis, hmm..tepatnya nama penaku. Wuiihhh..rasa-rasanya itulah undangan paling mendebarkan di antara undangan-undangan yang aku terima sejak dulu.

« Read the rest of this entry »

Media Digital vs Media Cetak

Agustus 18, 2011 § 28 Komentar

“Bagaimana menurutmu ‘nasip’ media cetak di era digital yang semakin berkembang ini? Bisakah buku cetak bertahan?”
“Bisa,” jawabku PeDe.
“Yakin sekali,” kata sang penanya diikuti senyum.
“Karena menurut saya walau bagaimanapun untuk membaca dalam jangka waktu yang lama masih lebih nyaman membaca di buku daripada di komputer. « Read the rest of this entry »

Perpustakaan Unik

Juli 26, 2011 § 15 Komentar

Sukaaa 😀

Niat banget ini bikin perpustakaannya. Nggak seadanya, yang ‘hanya’ ambil sudut ruang yang tersisa atau dengan bangunan ‘seadanya’.

Kansas City Public Library. Yup, Kansas City Public Library adalah nama bangunan berikut, yaitu bangunan perpustakaan umum yang terletak di Missouri Amerika yang didirikan pada tahun 1873. Pembuatan dinding yang berbentuk seperti buku menjadi daya tarik tersendiri selain koleksi buku yang berada di dalamnya.

« Read the rest of this entry »

Kereta Perpustakaan

Juli 26, 2011 § 4 Komentar

Yuhuii..terobosan baru. Keren. Semoga saja diimbangi dengan koleksi buku yang memadai dan benar-benar bisa menyebarkan buku dan budaya membaca pada masyarakat luas.

Hari ini, tanggal 26 Juli 2011 PT Kereta Api Indonesia meluncurkan kereta perpustakaan pertama buatan Indonesia. « Read the rest of this entry »

Rembulan Tenggelam di Wajahmu

Mei 30, 2010 § 12 Komentar

Genre : Fiksi

Judul: Rembulan Tenggelam di Wajahmu

Penulis: Tere Liye

Penerbit: Republika

Tahun Terbit: Cetakan IV, Februari 2010

Takdir;

Semakin kau lawan, ia akan semakin menusukmu. Hanya satu cara untuk ‘menang’ darinya. Berdamailah dengannya.

Melalui ‘Rembulan Tenggelam di Wajahmu’ Tere Liye mengajak kita untuk bergelung dan berpikir tentang takdir. Bahwa hidup ini adalah sebab akibat yang saling berangkaian. Kepingan puzzle yang jika disatukan akan membentuk satu kesatuan yang utuh. Membaca novel ini, mungkin ada sebagian dari kita yang teringat sepotong syair lagu, ‘aku ada karena kau telah tercipta’, dan sepakat ada sepersekian kebenaran dalam syair itu. dan lirih akan berucap, subhanallah. Mahasuci Allah yang telah menciptakan hidup dengan keadilan-Nya yang indah.

Adalah Ray, pecinta rembulan, seorang yang tumbuh dengan nyanyian pukulan rotan, tempaan jalanan, berdarah-darah, dan meraih kesuksesan luar biasa. Tapi, tetap saja. Malam-malamnya dipenuhi dengan lima pertanyaan yang ‘mengganggu’nya. Pertama, mengapa (aku tinggal di) panti asuhan yang menyebalkan itu? Apakah aku memang tidak pernah memiliki kesempatan untuk memilih? Kedua, apakah hidup ini adil? Ketiga, Apa maksud semua ini, Tuhan? Kenapa Engkau mengambil yang aku cinta? Kenapa takdir menyakitkan itu harus terjadi? Keempat, kenapa setelah semua yang kumiliki ternyata semuanya tetap terasa kosong, hampa? Kelima, kenapa aku harus mengalami sakit yang berkepanjangan ini?

Lima pertanyaan Ray dan kesempatan untuk mendapat jawabannya adalah inti dari novel ini.

Membaca novel ini, selain mengajak otak kita bermain-main dengan alur maju mundur yang dicampur apik, kita juga ‘dipaksa’ untuk mengikutsertakan hati. Mengingatkan kembali pada sebuah kalimat, ‘tak ada yang kebetulan dalam hidup ini’. berpikir bagaimana menyikapi takdir dan ‘memenangkannya’.

Ray, kalau Tuhan menginginkannya terjadi, maka semua kejadian pasti terjadi. Tidak peduli seluruh isi langit dan bumi menggagalkannya. Sebaliknya, kalau Tuhan tidak menginginkannya, maka sebuah kejadian tidak akan terjadi, tidak peduli seluruh isi langit dan bumi bersekutu melaksanakannya… .” Hal 213

Tak ada ruginya menjadikan buku ini sebagai antrian bacaan teman-teman selanjutnya dan ikut menyebarkan gagasan mulia Tere Liye tentang hidup. bahwa hidup ini sungguh sederhana. Bekerja keras, namun selalu merasa cukup. Mencintai berbuat baik dan berbagi. senantiasa bersyukur dan berterima kasih.

Antim, 20:40 WIB

29.05.10

Membedah Buku

April 24, 2010 § 37 Komentar

“Nggak baik mengendapkan ide terlalu lama… .” Tiba-tiba aja inget kata-kata itu. Padahal, biasanya juga nggak inget, atau kalo inget juga dicuekin. Hehe..rahasianya kenapa jadi inget adalah…ada deadline… . Memang, deadline biasanya membuat otak lebih kreatif dengan banyaknya ide yang tiba-tiba muncul < Hihihi…pengalihan fokus sebenarnya. Dan, alasan…. 😀 >
Masih dalam rangka hari buku internasional tanggal 23 kemarin, hanya ingin sedikit berbagi tentang buku. Untuk teman-teman yang sudah tahu, tolong dikoreksi kalau salah.
Buku. Ternyata, buku juga memiliki anatomi (kalu boleh dibilang seperti itu). Buku memiliki bagian-bagian yang kalo ada salah satu yang kurang kemungkinan akan membuatnya nggak bisa terbit dan sampai pada pembaca.
Apa sajakah bagian-bagian dari buku itu?

1. Cover/kaver

Don’t judge the book by it’s cover’. Kalo beli buku jangan liat kavernya doang, tapi liat juga harganya. Hehehe. Dalam dunia industri buku ternyata peryataan itu nggak seratus persen berlaku. Kaver adalah hal yang penting untuk sebuah buku. Gimana membuat kaver yang bisa menyampaikan pesan dari keseluruhan isi buku dan tentu saja yang eyecatching. Nggak gampang lo ternyata bikin kaver. Nggak semua orang bisa menciptakan kaver buku yang apik dan keren.
Coba teman-teman bayangin, kalo ada di antara deretan buku yang dijual ada buku yang nggak ada kavernya kira-kira mau beli nggak?

2. Halaman Prancis atau prelim

Dulu, pertama kali denger istilah halaman prancis agak-agak aneh juga. Halaman prancis atau prelim dalam buku itu ditujukan untuk bagian dari buku yang meliputi,
• kaver dalam,
• KDT (katalog dalam terbitan) yang isinya nama penulis, editor, layouter, desain kaver, penerbit, tahun terbit, alamat penerbit, dan lain-lain,
• kata pengantar,
• daftar isi,
• daftar pustaka, dan
• tentang penulis.
Halaman prancis. Lucu juga ya…

3. Barcode

Barcode adalah identitas suatu barang. Kalo barcode sebenarnya nggak cuma ada di buku. Tapi, aku baru nyadar kalo di buku juga ada barcode pas ditanya-tanya mana barcodenya? Hmmm..membingungkan ya? Hehehe. Barcode untuk sebuah buku biasanya menyatu dengan kode ISBNnya dan biasanya terletak di kaver belakang.

4. ISBN

International serial book number itu adalah data kode buku suatu penerbit yang ada di perpustakaan nasional, sebagai bukti keterdaftaran buku di perpusnas. Kelegalan sebuah buku bisa dilihat dari ada tidaknya ISBN ini.

5. Backcover

Backcover, back itu belakang. Jadi, backcover maksudnya kaver belakang dari buku. Kaver belakang ini bisa dibuat terpisah dari kaver depan, bisa juga dibuat menyatu dari kaver depan. Maksud terpisah atau menyatu di sini lebih pada tampilan desainnya. Coba deh, teman-teman cek beberapa buku. Pasti teman-teman akan menemukan perbedaan dua jenis kaver ini.

6. Punggung buku

Buku juga punya punggung lo. Dan, kalo punggung buku inu dipake buat memukul kepala, yaa..lumayan deh rasanya. Yang diberi istilah punggung buku adalahsisi pinggir dari buku yang menyatukan antara kaver depan dengan kaver belakang buku. Di punggung buku ini biasanya juga lengkap tertulis informasi judul buku, penulis, dan penerbit.

7. Blurb

Kalo teman-temn mau membeli buku, sebelum tahu isinya biasanya teman-teman baca semacam sinopsis isi buku yang ada di kaver belakang buku nggak? Nah, itulah yang namanya blurb. Kata-kata, atau paragraf yang berisi informasi singkat tentang keseluruhan buku yang ada di kaver belakang buku dan biasanya bersifat persuasif.

8. Endorsment

Komentar dari orang-orang mengenai buku tersebut. Biasanya, endorsement berasal dari penulis lain yang terkenal, atau orang-orang ahli dalam bidang yang berkaitan dengan isi buku tersebut. Salah satu fungsi dari endorsement juga adalah untuk menarik minat pembeli untuk membeli buku.

9. Isi

Ini adalah inti dari buku. Tapi, sebuah buku juga nggak akan menjadi buku yang menarik kalo ‘hanya’ memiliki inti tanpa perangkat-perangkat lain yang mendukung.
Hmmm…apalagi yaa… . Sebenarnya, masih banyak istilah-istilah lain yang berhubungan dengan sebuah buku. Mungkin, lain kali bisa kita bahas lagi. ^_^

sumber gambar: http://www.uiwp.uiuc.ed

Where Am I?

You are currently browsing the dunia buku category at langit LANGIT.