Melewati hari ini…

Februari 23, 2010 § 9 Komentar

Melewati hari ini tak akan bisa aku menggunakan kata ‘begitu saja’ karena tertoreh dalam catatan tentang sepotong hari milikmu. Ya…memang hanya sepotong. Tak utuh. Tapi, sepotong inilah yang akan menggenapkan segalanya. Memenuhi bingkai indah yang akan mempercantik dinding rumahmu.

Bukan segalanya, tapi menjadi segalanya ketika pandangan menyapu tak sengaja binar milik kedua orangtua. Celoteh mereka yang tak henti hingga menghilangkan kepayahan perjalanan jauh yang telah mereka tempuh semalaman.

Ahhh…, hanya memainkan kata-kata saja bisaku. Nyatanya, hadir pun tak mampu kulakukan. Sangat kontras dengan saat aku merintih-rintih sakit dan kau berjuang mencarikan bubur. Atau, tahu apa mauku tanpa sepatah kata pun terucap.

Siapa bilang kita bersahabat? Kita bukan sahabat. Mana ada sahabat yang tidak bisa menyediakan satu hari saja untuk sahabatnya.

Kita saudara? Saudara dari mana? Orangtuamu pun aku baru bertemu semalam.

Teman? Apalagi ini. Di fb saja tak ada lis namamu. Ga, ga mau berteman! Ogah banget. Ga asyik! Setuju banget aku untuk yang satu ini…hehehe

Siapa pun dirimu, tak penting sahabat, saudara, teman, atau apalah….ternyata benar, Allah mengirimmu untuk nemenin aku makan es krim… .

Ga tau mesti kasih apa ke seseorang yang hari ini pake toga.
Tien, maaf yaah ga bs datang. Cuma bisa mengabadikan di blogku. Yang pasti, hari ini adalah milikmu, yang lebih penting milik orangtuamu.

Kadang, kebahagiaan itu bukan selalu berarti kita membuncah bahagia, tapi kebahagiaan orang-orang terkasih itulah kebahagiaan sesungguhnya.

sumber foto: http://tarmizise.files.wordpress.com

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with binar at langit LANGIT.