Budaya Membaca vs Workman Publishing

Oktober 21, 2009 § Tinggalkan komentar

Menggembirakan membaca berita tentang menggeliatnya budaya membaca bangsa, terutama kesadaran dan kemauan untuk membaca buku-buku Islami. Republika memberitakan tentang hal ini.

Industri penerbitan buku adalah industri kreatif yang bakal menjadi bintang di kemudian hari. Peryataan ini, menurut saya, mulai terbukti. Ketika terjadi krisis global dan banyak perusahaan yang kolabs, permintaan masyarakat terhadap buku tidak menyurut. Industri penerbitan, industri kreatif dan eksklusif ini justru semakin semarak. Ini dapat dilihat dari semakin banyaknya penerbitan buku yang bertumbuh dan seringnya acara-acara book fair diselenggarakan dengan peserta yang tidak bbisa dikatakan sedikit.

Namun, bukan tentang itu semua yang menggelitik hati. Workman Publishing, sesuatu yang sangat erat dengan industri buku tetapi acapkali terabaikan. Workman Publising, yang terdiri dari para editor, layouter, illustrator, dan lainnya, apa kabar mereka hari ini? Masih berkutat dengan deadline dan tumpukan naskah, kah? Atau begadang memenuhi target untuk naik cetak besok?

Bagaimanakah kabar kesejahteraan dan ‘kenyamanan’ hidupnya? Apakah penghasilan yang diterima setiap bulan ikut merangkak naik seperti yang dialami oleh industri buku yang menjadi dunia mereka? Atau, setiap bulan selain berpikir tentang ide-ide kreatif, ketika sampai di rumah dan melihat wajah istri dan anak tercinta ‘terpaksa’ harus juga memutar otak untuk sekadar menghasilkan sedikit tambahan demi kepulan dapur dan senyuman anak-anak?

Apa kabar para Workman Publishing?

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with book fair at langit LANGIT.