45 Menit Sebelum Cahaya

Februari 4, 2010 § 2 Komentar

ingatkan engkau kepada,
embun pagi bersahaja,
yang menemanimu,
sebelum cahaya

(Letto ‘Sebelum Cahaya’)

Terdengar backsound dari komputer. Izz mematut-matut diri di cermin sambil memadu padankan baju yang akan dipake.
“Pagi ini aku cantik sekali.” Katanya tersenyum riang.
Aku hanya memandangnya sekejab sebelum kemudian kembali menekuri isi tasku.
“Sepertiga malamku ga kosong. Ma’tsurat udah memoles bibir. Huuummm…45 menit sebelum cahaya kutangkap. Terusssss…dhuha bentar lagi.”

Kulihat sih memang pagi ini mukanya terlihat tenang dan menenangkan.

Empat puluh lima menit sebelum cahaya adalah bahasanya untuk 45 menit ba’da Subuh khusus untuk meneguk 1 juz Al-Quran.
“Hanya butuh 45 menit!” katanya lagi di sepotong waktu penuh semangat.
“45 menit sebelum cahaya untuk membuat sepanjang harimu bercahaya.”
“Sssttt….jangan ungkapkan alasan untuk tidak mencapainya. Alasan akan selalu ada.” Katanya lagi membuat mulutku menganga tertahan karena tiba-tiba harus mengerem kata yang sudah siap keluar. Kata pembelaan diri. Dia tahu pasti apa yang akan aku ucapkan. Pasti kata-kata yang berawalan ‘tapi’.

Isi tasku sudah lengkap. Kuraih, kusandangkan di bahu. Melihat Izz, tersenyum kemudian berkata,
“Berangkaaat…assalamualaikum. Oyaaa…besok, aku akan secantik kamu.” (meringis)
Dari kejauhan Izz mengacungkan dua jempolnya.

:. Suatu pagi, ingin bisa berkata, “pagi ini aku cantik sekali.” ^_^
Untuk yang namanya ‘Izz’, maaf kusabotase namamu. Hehehe

13:42 WIB
office

Iklan

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with cantik at langit LANGIT.