Nasihat

April 16, 2011 § 28 Komentar

Rasulullah saw bersabda,

“Barangsiapa yang bangun di pagi hari dan hanya dunia yang dipikirkannya, sehingga seolah-olah ia tidak melihat hak Allah dalam dirinya (tidak berdzikir) maka Allah akan menanamkan empat penyakit; kebingungan yang tiada putus-putusnya, kesibukan yang tidak pernah ada ujungnya, kebutuhan yang tidak pernah terpenuhi, khayalan yang tidak berujung.” (HR. Imam Thabrani)

« Read the rest of this entry »

Hadits Seputar Zakat dan Sedekah

November 18, 2009 § Tinggalkan komentar

  1. Perintah zakat/sedekah dan keutamaannya

Kisah ini diriwayatkan oleh Abu Ayyub ra. Abu Ayyub ra meriwayatkan bahwa pada suatu hari ada seseorang yang datang kepada Rasulullah dan berkata,

“Beritahukan kepadaku suatu perbuatan yang menyebabkan aku masuk surga.” Kemudian, ada orang lain bertanya, ”Ada apa dengan orang itu?” Nabi saw menjawab, ”Dia menanyakan sesuatu untuk dirinya.” Kemudian Nabi saw bersabda kepada penanya pertama, ”Beribadahlah kepada Allah tanpa menyekutukan sesuatu dengan-Nya, dirikanlah shalat, bayarlah zakat, dan sambunglah tali silturahmi.” (HR Bukhari/1395)

“Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, bahwa Mu’adz ra mengatakan, ‘Aku diutus oleh Rasulullah saw, lalu beliau mengatakan ‘Kamu akan mendatangi orang-orang ahli kitab, ajaklah mereka bersakai bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan bahwa aku adalah utusan Allah. Jika mereka taat pada ajakan itu, maka beritahukan kepada mereka bahwa Allah mewajibkan kepada mereka shalat lima waktu dalam sehari semalam. Jika mereka mematuhi itu, maka beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah mewajibkan kepada mereka zakat yang dipungut dari mereka yang kaya, lalu dikembalikan kepada yang fakir. Jika mereka mematuhi itu, maka berhati-hatilah kamu/ lindungilah harta mereka yang bernilai, dan takutlah terhadap doa orang yangdizalimi karena tidak ada penghalang antara doanya dengan Allah Azza wa Jalla’.” (HR Bukhari/1496 dan Muslim/501)

“Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, dia berkata, ‘Rasulullah saw mewajibkan zakat fitrah kepada setiap muslim, masing-masing satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum (makanan pokok), baik orang merdeka maupun budak, laki-laki atau perempuan, kecil maupun besar. Rasulullah saw memerintahkan pembayaran zakat fitrah sebelum orang-orang keluar menghadiri shalat hari raya’.” (HR Bukhari/ 503 dan Muslim/520)

“Diriwayatkan dari Anas ra bahwa Abu Bakar ra menulis ketentuan kepadanya mengenai apa yang diwajibkan oleh Rasulullah saw sebagai berikut. Harta milik dua orang, keduanya bersama-sama menanggung zakatnya.” (HR Bukhari/1451)

”Harta yang diambil dari orang-orang kaya di antara mereka, diserahkan kepada orang-orang miskin di antara mereka.” (HR Bukhari)

”Bahwa yang disebut dengan miskin itu bukanlah orang yang meminta-minta sambil berjalan mengelilingi orang banyak, lalu diberikan kepadanya sesuap dua suap makaan atau satu dua butir kurma. Akan tetapi, yang disebut dengan miskin itu adalah orang yang tidak mampu mencukupi kebutuhan hidupnya sedang dirinya tidak mempunyai kemampuan untuk menutupi kekurangan kebutuhannya tersebut, namun tidak mau meminta sedekah sertatidak berdiri untuk meminta-minta kepada orang lain.” (Muttafaqun ’Alaih)

”Tidak halal zakat itu bagi orang yang kaya, kecuali terhadap lima golongan, yaitu amil zakat, orang yang kaya yang membelanjakan seluruh hartanya di jalan Allah, orang kaya yang terlilit utang, orang yang berperang di jalan Allah, dan orang miskin yang diberi zakat lalu ia menghadiahkan kembali sebagian dari perolehan zakatnya itu kepada orang kaya.” (HR Ahmad dan Abi Syaibah)

“Diriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqqash ra, ia berkata, ‘Suatu ketika Rasulullah saw membagikan zakat, lalu aku katakan, ‘Ya Rasulullah! Berilah si fulan karena dia seorang mukmin.’ Maka, Nabi bersabda, ‘Atau muslim?’ Aku ucapkan usulan itu tiga kali dan beliau menjawabnya tiga kali pula dengan jawaban, Atau muslim?’ setelah itu beliau bersabda, ‘Sungguh aku memberikan zakat kepada seseorang karena khawatir jika Allah mencincangnya di neraka, meskipun ada orang lain yang lebih aku senangi (yakni, orang yang imannya lemah itu dikhawatirkan akan melepaskan imannya, lalu masuk neraka kalau tidak diberi zakat)’.” (HR Muslim/511)

“Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, ia berkata, ‘Pada saat perang Hunain, kaum Hawazin, Ghathfan, dan lain-lain menghadapi kaum muslimin dengan mengajak serta anak cucu mereka (untuk perbekalan), sedangkan di pihak Nabi saw ada 10.000 orang beserta orang-orang yang baru masuk Islam. Mereka kemudian meninggalkan Rasulullah saw sehingga beliau tinggal sendirian. Kata Anas, ‘Lalu pada hari itu Rasulullah berseru dua kali tanpa disertai ucapan lain.’ Kata Anas, ‘Beliau menoleh ke kanan, lalu berseru, ‘Wahai kaum Anshar!’  Mereka memjawab, ‘Labbaik ya Rasulullah! Jangan khawatir! Kami bersama Anda.’ Kata Anas, ‘Kemudian beliau menoleh ke kiri lalu berseru, ‘Wahai kaum Anshar! Mereka menjawab, ‘ ‘Labbaik ya Rasulullah! Jangan khawatir! Kami bersama Anda.’ Kata Anas, ‘Saat itu beliau berada di aztas bighal putih lalu turun, kemudian bersabda, ‘Aku adalah hamba Allah dan utusan-utusan-Nya.’ Akhirnya orsng-orang musyrik kalah.

Rasulullah saw mendapat harta rampasan perang banyak sekali, lalu beliau bagikan kepada kaum Muhajirin dan orang-orang yang baru masuk Islam tanpa memberi kaum Anshar sedikit pun. Lalu kaum Anshar mengatakan, ‘Pada sat gawat, kami dipanggil, akhirnya harta rampasan perang diberikan kepada selain kami.’

Kemudian ucapan itu sampai kepada Nabi saw, lalu beliau mengumpulkan mereka di suatu bangunan. Beliau beranya, ‘Wahai kaum Anshar! Apa ucapan kalian yang sampai kepadaku!’ mereka diam. Lalu beliau bertanya lagi, ‘Wahai kaum Anshar! Tidakkah kalian rela oprang-orang membawa harta sedang kalian membawa Muhammad saw yang kalian peroleh sampai ke rumah-rumah kalian?’  mereka menjawab. ‘Tentu, ya Rasulullah, kami rela.’ Kata Anas, beliau bersabda, ‘Seandainya orang-orang itu menempuh suatu lembah, sedangkan kaum Anshar menempuh jalan setapak, pasti aku ikut jalan kaum Anshar.’

Kata Hisyam (Ibnu Zaid bin Anas bin Malik), aku tanyakan, ‘Hai Abu Hamzah! Apakah kau saksikan peristiwa itu?’ Dia menjawab, ‘Ya, pasti’.” (HR Muslim/512 dan Bukhari/3147)

“Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwasannya Nabi saw pernah bersabda, ‘Aku senang jika aku mempunyai emas segunung Uhud hingga dilengkapkan menjadi tiga gunung, lalu emas tersebut hanya aku ambil satu dinar saja yang aku persipkan untuk melunasi hutangku (selebihnya disedekahkan seluruhnya).” (HR Muslim/523)

“Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, dari Rasulullah saw, beliau bersabda, ‘Wahai kaum wanita! Bersedekahlah dan perbanyaklah istighfar! Karena aku tahu kebanyakan penghuni neraka adalah kaum wanita.’ Maka seorang perempuan yang besar di antara mereka bertanya, ‘Ya rasulullah! Mengapa kami kebanyakan penghuni neraka?’ neliau menjawab, “Kalian banyak melaknat, kalian mengingkari kerabat, dan aku tidak melihat orang yang akalnya serta agamanya lebih sedikit daripada kalian secara umum pada orang dewasa.’ Perempuan itu bertanya lagi, ‘Ya Rasulullah! Apa kurangnya/sedikitnya akal dan agama?’ Beliau menjawab, ‘sedikitnya akal perempuan adalah kesaksian dua orang perempuan sama dengan kesaksian seorang laki-laki, ini adalah kurang/sedikitnya akal. Kamu tidur/tidak tidur pada malam hari untu melakukan shalat, dan kamu berbuka (karena uzur syar’i) pada bulan Ramadhan. Inilah kurangnya agama.” (HR Bukhari/304 dan Muslim/524)

“Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw, beliau bersabda, ‘Allah Swt berfirman, ‘Hai manusia! Berinfaklah, maka aku akan memberimu.’ Sabda beliau, ‘Pemberian Allah terus mengalir melimpah ruah malam dan siang tanpa terhalang oleh suatu pun.” (HR Bukhari/4684 dan Muslim/525)

“Diriwayatkan dari Adi bin Hatim ra, ia berkata, Rasulullah saw pernah menyebutkan api neraka, lalu beliau berpaling. Kemudian, beliau bersabda, ‘Hindarilah apiu neraka!’ lalu beliau berpaling lagi sehingga kami mengira bahwa beliau seolah-olah melihat api neraka itu. Lalu beliau bersanda lagi, ‘Hindarilah api neraka, meskipun hanya dengan menyedekahkan satu belah butir kurma. Barangsiapa tidak bisa itu, maka dengan kalimat thayyibah (ucapan/tutur kata yang baik).” ((HR Bukhari/1413 dan Muslim 535)

“Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwasannya Rasulullah saw pernah bersabda, ‘Barangsiapa memberikan sepasang kebaikan (sedekah dan amal baik yang lain) di jalan Allah maka di dalam surga dia dipanggil, ‘Hai hamba Allah! Inilah kebaikan (mu).’ Barangsiapa tergolong ahli shalat, maka dia dipanggil dari pintu shalat, barang siapa tergolong ahli jihad, dia dipanggil dari pintu jihad, barangsiapa tergolong ahli sedekah maka dia dipanggil dari pintu sedekah, barangsiapa ahli puasa dia dipanggil dari pintu puasa (pintu orang-orang yang segar). Abu Bakar ra menanyakan, ‘Seseorang dipanggil dari pintu-pintu tersebut sesuai dengan amal baiknya, lalu apakah ada orang yang dipanggil dari semua pintu?’ Rasulullah saw menjawab, ‘Ya, ada, dan aku berharap kau termasuk kelompok itu’.” (HR Bukhari/1897 dan Muslim/543)

”Dari Uqbah bin Harits ra berkata, ’Saya pernah shalat Asar di belakang Rasulullah saw di Madinah. Tak lama kemudian Rasulullah saw berdiri dengan tergesa-gesa menerobos orang-orang di situ lalu memasuki salah satu rumah Azwajir Muthahharah (istri-istrinya yang suci). Perbuatan Rasulullah  itu sangat mengherankan kami dan kami berpikir apa yang sedang terjadi. Setelah kembali, Rasulullah dapat merasakan keheranan para sahabat, lalu beliau bersabda, ’aku teringat sekeping emas yang tertinggal d rumahku, aku tidak suka hal itu menghalangiku (jika maut telah tiba dan sekeping emas itu masih tertinggal, maka di Padang Mahsyar nanti akan menjawab pertanyaan dengan hisab). Oleh karena itu, aku pergi untuk menyuruh agar menyedekahkannya dengan segera.” (HR Bukhari)

”Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa dia pernah mendengar Rasulullah saw bersabda, ’Perumpamaan orang yang bakhil dan orang yang dermawan adalah seperti dua orang yang masing-masing mengenakan baju besi yang menutupi dada sampai batas lehernya. Setiap kali orang yang dermawan bersedekah, baju besi tersebut menjadi longgar hingga melindungi seluruh kulit tubuhnya dan menutupi jari-jari tangan dan kakinya. Sedangkan bagi orang yang kikir, setiap kali dia ingin bersedekah, baju besi tersebut menyempit hingga setiap lingkarannya menghimpitnya, lalu dia berupaya melonggarkannya namun tidak mampu.” (HR Bukhari/1443)

Kabsyah al-Anmary berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw bersabda, “Ada tiga hal di mana aku bersumpah  di dalamnya; pertama, harta seorang hamba tidak akan pernah berkurang lantaran gemar bersedekah. Kedua, tidak ada seorang hamba pun yang sabar ketika dianiaya oleh orang lain, melainkan Allah akan menambahkan kemuliaan kepadanya. Ketiga, tidak ada seorang hamba pun yang membuat kericuhan dan onar, melainkan Allah akan membukakan pintu kefakiran kepadanya” (HR  Ahmad)

”Dari Abu Hurairah ra, berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, ’Apabila waktu subuh telah tiba, dua malaikat turun (dari langit). Malaikat yang pertama berkata, ’Wahai Allah, berilah balasan kepada orang yang menafkahkan hartanya.’ Malaikat yang kedua berkata, ’Wahai Allah, binasakanlah harta orang yang menggenggamnya (bakhil)’.” (HR Muttafaqun Alaih)

”Dari Abu Said ra berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, ’Barangsiapa memberi pakaian kepada orang Islam yang tidak memiliki pakaian, Allah Swt. akan memberikannya pakaian berwarna hijau di dalam surga. Barangsiapa memberi makan kepada orang Islam yang lapar maka Allah Swt. akan memberinya makanan buah-buahan dari surga. Dan siapa saja memberi minum kepada orang Islam yang kehausan maka Allah Swt. akan memberinya minum arak yang dicap’.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)

”Diriwayatkan dari Abu Musa ra bahwa Nabi saw pernah bersabda, ’Setiap muslim harus bersedekah’. Para sahabat bertanya, ’Wahai Nabi! Bagaimana jika tidak memiliki sesuatu untuk disedekahkan?’ rasulullah saw menjawab, ’Bekerjalah, kemudian hasilnya untu diri sendiri dan untuk bersedekah.’ Mereka bertanya lagi, ’Bagaimana jika tidak mampu bekerja?’ rasulullah saw menjawab, ’Berikan pertolongan kepada orang yang membutuhkan pertolongan.’ Mereka bertanya lagi, ’Bagaimana jika itu pun tidak bisa dilakukan?’ Rasulullah saw menjawab, ’Kerjakan kebaikan dan hindari kejelekan maka demikian itu bagi seorang muslim bernilai sama dengan sedekah’.” (HR Bukhari/1445)

2. Zakat fitrah

”Rasulullah mewajibkan zakat fitrah sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari kesia-siaan dan kotor serta sebagai makanan bagi orang-orang miskin… .” (HR Abu Daud, Ibnu Majjah, dan Daruquthni)

”Dari Abdullah bi Umar ra, dia berkata, ’Rasulullah saw mewajibkan zakat fitrah kepada setiap muslim masing-masing satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum (makanan pokok), baik orang merdeka maupun budak, laki-laki atau perempuan, kecil maupun besar. Rasulullah saw memerintahkan pembayaran zakat fitrah sebelum orang-orang keluar menghadiri shalat Hari Raya’.” (HR Bukhari/1503)

”Tidak ada kewajiban seorang muslim membayar zakat budaknya, kecuali pada zakat fitrah.” (HR Muslim)

”Dari Ibnu Abbas, berkata, ’telah diwajibkan oleh Rasulullah saw zakat fitrah sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dan sebagai pemberi makan bagi orang miskin. Barangsiapa yang membayarkan sebelum shalat Ied maka zakat itu diterima dan barangsiapa membayarkannya setelah shalat maka zakat itu (nilainya) sebagai sedekah biasa.” (HR Abu Daud dan Ibnu Majah)

“…Barangsiapa melaksanakannya sebelum shalat Ied maka itu termasuk zakat yang diterima. Sedangkan bagi siapa yang melaksanakannya setelah pelaksanaan shalat Ied maka itu termasuk salah satu dari beberapa sedekah biasa (sunah).” (HR Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Daruquthni)

3. Zakat Mal

”Diriwayatkan dari Anas ra bahwa ketika Abu Bakar ra mengutusnya sebagai pengmpul zakat ke Bahrain, Abu Bakar menuliskan ketentuan sebagai berikut. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ini adalah perintah zakat yang telah diwajibkan oleh Rasulullah saw kepada kaum muslimin dan telah diperintahkan oleh Allah kepada utusan-Nya. Siapa pun dari kaum muslimin yang dipungut zakatnya sesuai dengan ketentuan, maka dia harus membayarnya, jika dia dipungut melebihi ketentuan maka janganlah mau membayarnya. Pertama, unta sebanyak lima ekor sampai dengan dua puluh empat ekor, zakatnya berupa seekor domba. Kedua, unta sebanyak dua puluh lima ekor sampai dengan tiga puluh lima ekor, zakatnya adalah seekor unta betina berumur satu tahun (bintu makhadh). Ketiga, unta sebanyak tiga puluh enam ekor sampai dengan empat puluh lima ekor, zakatnya adalah seekor unta betina berumur dua tahun (bintu labun). Keempat, unta sebanyak empat puluh enam sampai dengan enam puluh ekor, zakatnya adalah seekor unta betina berumur tiga tahun (hiqqah). Kelima, unta sebanyak enampuluh satu ekor sampai dengan tujuh puluh ekor, zakatnya adalah seekor unta betina berumur empat tahun (jadza’ah). Keenam, unta sebanyak tujuh puluh enam sampai dengan sembilan puluh ekor, zakatnya adalah dua ekor unta betina berumur dua tahun (dua ekor bintu labun). Ketujuh, unta sebanyak sembilan puluh satu ekor sampai dengan seratus dua puluh ekor, zakatnya adalah dua ekor unta betina berumur tiga tahun (dua ekor hiqqah). Kedelapan, unta yang jumlahnya melebihi seratus dua puluh ekor, maka tiap empat pulu ekor zakatnya seekor bintu labun, dan tiap lima puluh ekor zakatnya seekor hiqqah. Orang yang hanya memiliki empat ekor unta, tidak wajib membayar zakatnya, kecuali jika dia ingin memberikan sedekah biasa senilai zakat maka boleh saja. Orang yang memiliki lima ekor unta, wajib membayar zakatnya berupa seekor domba… .” (HR Bukhari/1454)

“Diriwayatkan dari Sa’id Al-Khudriy ra, seorang Arab Badui bertanya kepada Rasulullah saw mengenai hijrah, kemudian Rasulullah saw bersabda, ‘Wah1 persoalan hijrah itu sangat berat. Apakah kamu memiliki unta yang sudah kamu bayarkan zakatnya?’ orang itu menjawab, ‘Ya, saya punya dan sudah saya bayar zakatnya’. Rasulullah saw bersabda, ‘Bekerjalah di seberang lautan karena Allah tidak akan mengurangi pahala amalmu sedikit pun’.” (HR Muslim/1452)

“Diriwayatan dari Anas ra bahwa Abu Bakar ra menuliskan ketentuan kepadanya mengenai kewajiban membayar zakat yang diperintahkan oleh Rasulullah saw sebagai berikut. Pertama, orang yang seharusnya membayar zakat berupa seekor unta betina berumur empat tahun (jadza’ah) namun dia tidak memilikinya, sedangkan dia memiliki seekor unta betina yang berumur 3 tahun (hiqqah) maka hiqqah tersebut bisa diterima sebagai zakat dengan ditamnbah dua ekor domba kalau dia memilikinya, kalau tidak maka ditambah dengan uang 20 dirham. Kedua, orang yang seharusnya membayar zakat berupa seekor unta betina yang berumur tiga tahun (hiqqah) namun dia tidak memilikinya, sedangkan dia memiliki seekor unta yang berumur 4 tahun (jadza’ah) maka jasza’ah tersebut bisa diterima sebagai zakatnya dengan syarat, pengumpul zakat memberinya pengembalian berupa uang 20 dirham atau 2 ekor domba. Ketiga, orang yang seharusnya membayar zakat berupa seekor unta betina yang berumur 3 tahun (hiqqah) namun dia tidak memilikinya, sedangkan ia memiliki seekor una betina yang berumur 2 tahun (bintu labun) maka bintu labun tersebut bisa diterima sebagai zakatnya dengan syarat dia (pembayar zakat) harus menambah 2 ekor domba atau uang 20 dirham. Keempat, orang yang seharusnya membayar zakat berupa seekor unta betina berumur 2 tahun (bintu labun) namun dia tidak memilikinya, sedangkan dia memiliki seekor unta betina yang berumur 3 tahun (hiqqah), maka hiqqah tersebut bisa diterima sebagai zakatnya dengan syarat pengumpul zakat harus memberikan pengembalian kepadanya berupa uang 20 dirham atau 2 ekor domba. Kelima, orang yang seharusnya membayar zakat berupa seekor unta betina berumur 2 tahun (bintu labun) namun dia tidak memilikinya, sedangkan dia memilikiseekor unta betina yang berumur satu tahun (bintu makhadh) maka bintu makhadh tersebut bisa diterima sebagai zakatnya dengan syarat dia (pembayar zakat) harus menambah uang 20 dirham atau 2 ekor domba.” (HR Bukhari/1453)

“… mengenai zakat domba, pertama, domba sebanyak empat puluh ekor sampai dengan seratus dua puluh ekor, zakatnya adalah seekor domba. Kedua, domba yang jumlahnya di atas seratus dua puluh ekor sampai dengan dua ratus ekor, zakat yang harus dibayarkan adalah dua ekor domba. Ketiga, domba yang jumlahnya di atas dua ratus ekor sampai dengan tiga ratuas ekor, zakat yang harus dibayarkan adalah tiga ekor domba. Domba yang jumlahnya lebi dari tiga ratus ekor, setiap seratus ekor, zakatnya satu ekor domba. Apabila seseorang memiliki domba kurang dari empat puluh ekor, dia tidak wajib membayar zakat, kecuali jika dia ingin memberikan sedekah biasa senilai zakat maka boleh saja… .” (HR Bukhari/1454)

“Diriwayatkan dari Anas ra bahwa ketika Abu Bakar ra menuliskan untuknya ketentuan mengenai zakat yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Hewan yang sudah tua atau cacat tidak boleh dibayarkan sebagai zakat, begitupun dengan hewan jantan, kecuali jika petugas pengumpul zakat mau menerima hewan jantan tersebut.” (HR Bukhari/1455)

“ Tidak ada kewajiban bagi dirimu atas sesuat, sehingga kamu mempunyai dua puluh dinar. Jika kamu telah mempunyai dua puluh dinar dan telah mencapai satu tahun maka zakat darinya adalah setengah dinar. Sedangkan kelebihannya dihitung menurut perhitungannya. Tidak ada zakat pada suatu harta, sehingga mencapai waktu satu tahun.” (HR Ahmad, Abu Dawud, dan Baihaqi dishahihkan Imam Bukhari)

”Barangsiapa mempunyai emas atau perak, lalu dia tidak mengeluarkan zakat atasnya, maka pada hari Kiamat kelak emas dan perak itu akan dijadikan lembaran-lembaran dari api dan diletakkan di lambung, punggung, dan dahinya. Sehingga diputuskan segala sesuatunya di tengah-tengah umat manusia dan kemudian ia melihat jalannya.” (HR Muslim)

“..mengenai zakat perak, zakatnya adalah 2,5%. Jika seseorang memiliki perak seratus Sembilan puluh lima dirham (kurang dari dua ratus dirham) maka di tidak wajib membayar zakat, kecuali dia ingin memberikan sedekah biasa senilai zakat maka boleh saja.” (HR Bukhari/1454)

“Aku tidak memungut zakat kuda dan budak dari kalian semua. Maka, berikanlah zakat perak dari setiap empat puluh dirham sebanyak satu dirham. Tidak ada zakat pada perak yang hanya berjumlah seratus Sembilan puluh dirham. Akan tetapi, jika telah mencapai dua ratus dirham, maka zakat harus dikeluarkan sebanyak lima dirham.” (HR Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi)

“Ada dua orang wanita yang datang kepada Nabi saw, sedang pada kedua tangan mereka berdua ada beberapa gelang emas. Kemudian beliau bertanya kepada keduanya, ‘Apakah kalian suka jika Allah pada hari Kiamat kelak mengenakan kepada kalian berdua gelang dari api?’ Mereka menjawab, ‘Tidak’. Selanjutnya beliau berkata, ‘Oleh karena itu, tunaikanlah hak yang terdapat pada kedua tangan kalian tersebut’.” (HR Ahmad dan Tirmidzi)

“Dari Aisyah ra, ia bercerita, ‘Rasulullah pernah menemani aku. Lalu beliau melihat beberapa cincin perak pada tanganku. Maka, beliau bertanya, ‘Apa ini, wahai Aisyah? Aku pun menjawab, ‘Aku membuat dan memakainya untukmu, wahai Rasulullah. Rasulullah bertanya, ‘Apakah engkau telah menunaikan zakatnya?’ Belum’. Jawab Aisyah. Maka beliau berkata, ‘Cincin-cincin itu dapat memasukkan engkau ke dalam neraka.” (HR Abu Daud, Daruquthni, dan Baihaqi)

“Pada tanaman yang mendapat siraman air dari langit atau mata air atau atsari (tanaman yang memperoleh air melalui akarnya), maka zakatnya adalah sepersepuluh (10 %). Sedangkan pada tanaman yang disiram dengan tenaga manusia, maka zakatnya adalah seperduapuluh (5 %).”(HR Bukhari)

“ Pada tanaman yang mendapat siraman air dari langit, zakatnya sepersepuluh dan yang disiram dengan tenaga orang atau hewan adalah seperduapuluh.” (HR Bukhari)

“Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra bahwa Nabi saw pernah bersabda, ‘Tanaman tadah hujan atau diairi dengan mata air alami atau lahannya basah dengan sendirinya karena dekat dengan saluran air, zakatnya 10%. Tanaman yang diairi dengan air sumur zakatnya 5%’.” (HR Bukhari/1483)

“Pada tanaman yang mendapat siraman air dari langit dan ba’al (tanaman yang memperoleh air dari akarnya karena tumbuh dekat dengan perjalanan air) serta aliran air maka zakatnya adalah sepersepuluh. Sedang pada tanaman yang disiram dengan tenaga manusia, zakatnya adalah seperduapuluh.” (HR Baihaqi dan Hakim)

“Dari Abu Burdah, ia berkata, dari Abu Musa dan Mu’adz ra, mereka berkata, ‘Bahwasanya Rasulullah pernah mengirim mereka ke Yaman untuk mengajarkan Islam di sana. Lalu beliau memerintahkan mereka agar tidak mengambil zakat, kecuali pada empat jenis buah-buahan, yaitu gandum, sya’ir, kurma kering, dan anggur’.” (HR Daruquthni, Al-Hakim, Thabrani, dan Baihaqi)

“Rasulullah SAW memerintahkan kami agar mengeluarkan zakat dari semua yang kami persiapkan untuk berdagang.” (HR Abu Dawud)

“Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah saw bersabda,” .. dan pada rikaz (diwajibkan zakatnya) satu perlima.” (HR Bukhari)

3. Hukuman untuk yang tidak mau membayar zakat

“Tidak seorang hamba pun yang mempunyai harta, tetapi dia tidak membayar zakatnya, kecuali kelak di hari kiamat akan ditampilkan kepadanya seekor ular berbisa berbelang dua lalu membelit lehernya sambil berkata, ‘Aku ini hartamu. Aku ini harta pendamanmu’.” Kemudian beliau saw. membacakan kepada kami ayat (yang berarti), “Janganlah sekali-kali orang yang pelit membayar zakat harta yang diberikan Allah kepadanya mengira bahwa tindakan itu baik untuknya, tindakan itu sangat jelek buat dirinya, karena barang yang mereka pelitkan itu akan digantungkan kelak di lehernya (QS Ali Imran, 180).”

“Tidak seorang pun yang memiliki emas dan perak yang tidak membayar zakatnya, kecuali nanti di hari kiamat, akan dipanaskan sebuah lembaran besi di api neraka lalu disetrikakan ke badan, dahi dan punggungnya. Bila sudah dingin, akan dipanaskan kembali secara terus menerus di hari yang panas terik yang lamanya sama seperti lima puluh ribu tahun, sampai selesai diputuskan nasib semua manusia, di saat itu masing-masing dapat melihat nasibnya apakah ke surga atau ke neraka.” (HR Muslim)

“Tidak  ada seorang hamba pun  yang memiliki harta tetapi dia tidak menunaikan zakatnya melainkan akan dikumpulkan pada hari kiamat. Akan dipanaskan untuknya lembaran dari neraka Jahannam, lalu disterikakan ke dada dan punggungnya hingga Allah ‘azaa wa jalla menyelesaikan keputusan hamba-hamba-Nya pada suatu hari yang lamanya sama dengan lima puluh ribu tahun menurut hitungan kalian. Lalu dia melihat jalannya, apakah jalan menuju surga atau menuju neraka.” (HR Ath-Thabrani, Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaymah)

“Tidaklah suatu kaum menolak untuk memberikan zakat kecuali Allah akan menurunkan bencana kepada mereka kemarau dan paceklik.” (HR Ath-Thabrani)

“… Dan, tidaklah mereka menolak untuk mengeluarkan harta harta mereka kecuali mereka tidak akan mendapatkan hujan dari langit. Kalau saja tidak karena adanya binatang, mereka (benar-benar) tidak akan diberi hujan ….” (HR Ibnu Majah, Ath-Thabrani, Al-Bayhaqi dan Al-Hakim)

“ … dan tidaklah suatu kaum menahan zakat kecuali Allah akan menahan turunnya hujan untuk mereka ….” (HR Al-Bayhaqi dan Al-Hakim)

… barangsiapa yang memberikannya untuk memperoleh pahala dari Allah, maka ia akan memperoleh pahala. Dan barangsiapa yang menolaknya, maka kami akan mengambil separuh hartanya, dengan kesungguhan sebagaimana kesungguhan Rabb kami. Tidak halal bagi keluarga Muhammad sedikitpun darinya.” (Ahmad, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Al-Bayhaqi)

“Demi Allah, sungguh aku pasti akan memerangi orang-orang yang memisahkan antara shalat dan zakat, karena zakat merupakan hak (yang terdapat) dalam harta. Demi Allah, jika mereka tidak mau menyerahkan tali kekang unta yang dulu mereka berikan kepada Rasulullah shallallâhu ‘alayhi wasallam, pasti aku akan perangi mereka karena tidak menyerahkannya.” (HR Bukhari dan Muslim)

“Tidaklah bercampurnya harta sedekah (zakat) kepada suatu harta melainkan akan menghacurkan harta itu.”(HR Al-Bayhaqi)

“Barang siapa yang telah menunaikan zakat hartanya maka berarti telah hilanglah keburukan dari hartanya.”(HR Ath-Thabrani)

4. Zakat tidak untuk keluarga Nabi saw

“Sesungguhnya sedekah (zakat) itu tidak layak untuk keluarga Muhammad. Sesungguhnya ia merupakan kotoran badan manusia….” (HR Muslim)

”Pada suatu hari Hasan (cucu Rasulullah) telah mengambil sebuah kurma dari zakat lantas dimasukkannya ke mulutnya. Rasulullah berkata (kepada Hasan), ’Ikh..ikh…muntahkanlah kurma itu, sesungguhnya tidak halal bagi kita (Nabi dan keturunannya) mengambil sedekah/zakat.” (HR Muslim)

“Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwasannya Nabi saw apabila diberi makanan, beliau menanyakannya. Apabila dijawab hadiah, beliau memakan sebagiannya. Apabila zakat, beliau tidak memakannya.” (HR Muslim/519 dan Bukhari/2576)

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with Hadits at langit LANGIT.