Menjaring Ide

Desember 11, 2009 § Tinggalkan komentar

“Asli! Aku ga nyangka kalo kamu ternyata bandel juga pas kecil.”

Kalimat yang meluncur dari seorang teman ini jadi mengingatkan. O iya..ya…kenapa ga coba ambil lagi ide coret-coret dari masa kecil. Masa kecil, kan, sumber kaya untuk menjaring ide. Dan itu benar lo. Menyelami kembali masa kecil dan mencoba menemukan frekuensi emosi yang sama biasanya bisa mencetuskan ide. Apalagi buat teman-teman yang tertarik untuk menulis buku anak.

Ehm..jadi inget beberapa tips yang disajikan dalam beberapa buku tentang cara mendapatkan ide. Saya share yaah, siapa tahu bermanfaat sambil mengingatkan diri sendiri juga untuk selalu bisa menggali ide. Hehehe.

Masa kecil

Sejak mulai kita inget deh…semua-mua bisa menjadi bahan ide. Waktu pertama kali belajar naik sepeda, misalnya. Atau cita-cita waktu kecil. Pokoknya banyak banget kalo kita bisa menggali lagi. Selain mengandalkan ingatan sendiri, bisa juga diperkaya dengan bertanya ke orang-orang yang mengiringi tumbuh kembang masa kecil kita. Bisa orangtua, kakak, bibi, paman, tetangga, teman, dan lainnya.

Jadi inget sebuah kisah… .

Waktu kecil, saya dan teman-teman di TPA pernah mengadakan kudeta kecil-kecilan. Kita punya rencana besar. Begini ceritanya.

“Hoii…Pak Tar datang… .”

Grubug..grubug…semua langsung berlari menuju satu arah yang sama. Bukan ke dalam masjid tentu saja. Tapi, menyelinap ke kebun di belakang rumah warga. Lengkap dengan buku iqro’ dan kerudung di tangan untuk pasukan putri.

“Ssstttt… .” jangan berisik nanti ketahuan.

“Masih ada nggak?”

“Biar ngerasain  Pak Tar.”

“Habisnyaaaa..keseringan sih nggak datang. Padahal kan kita selalu nungguin.” Timpal yang lain.

Hm..benar,kan, masa kecil itu bisa jadi tempat mengumpulkan ide? :-D. Pasti teman-teman juga punya cerita masing-masing yang lebih seru.

Mimpi

Setiap kita pasti pernah bermimpi ketika tidur kan ya. Naaah, bahan yang seru juga nih buat diolah menjadi berbagai ide.

Coba teman-teman inget-inget semalem mimpi apa, trus buatlah tulisan dari mimpi itu. Jadi sebuah cerita kaaan? ^_^

Kalo teman-teman pernah mimpi bisa terbang, bisa juga itu jadi ide naskah fiksi.

Lingkungan sekitar

Inilah salah satu rahasianya kenapa dalam pelatihan kepenulisan sering disampaikan bahwa untuk menjadi seorang penulis harus memaksimalkan semua indra yang ada. Apa yang dilihat, didengar, dirasa, disentuh semuanya direkam dalam otak. Jeli terhadap lingkungan itu kuncinya.

Seperti anak kecil yang melihat burung memberi makan anaknya di pohon dan kemudian menuangkan apa yang dilihatnya dalam bentuk tulisan, teman-teman pun bisa mengambil semua kejadian yang terserak dan memilih yang paling menarik untuk kemudian diolah menjadi tulisan.

Pengalaman pribadi

Mendapat ide kemudian menuangkan yang paling gampang pastinya dari pengalaman pribadi. Pasti ada pengalaman pribadi teman-teman yang menarik, bukan? Tunggu apalagi? Tuangkan saja idenya dan weeessss terciptalah sebuah karya.

Orang lain

Tenang saja. Menjadikan orang lain sumber ide nggak melanggar undang-undang kok. Hehehe. Teman-teman bisa mengambil ide dari karakter-karakter mereka, pengalaman hidup mereka dan lainnya. Beruntunglah teman-teman yang biasa menjadi tempat curhat karena itu artinya kebanjiran harta karun ide.

Baca buku

Ide, menulis, dan membaca itu satu kesatuan yang nggak bisa dipisahkan. So, banyak membaca itu mesti. Dari buku yang teman-teman baca pasti akan keluar banyak ide segar. Kalo selama ini teman-teman sudah banyak membaca tapi belum mendapat ide baru dari bacaan itu, coba deh perbaiki cara membacanya. Misalnya bacanya jangan sambil tidur. Hehehe. Yang pasti membaca dengan semua indra, bukan Cuma mata.

Nonton film

Bagi yang suka nonton film, manfaatkan juga untuk menjaring ide di sana. Kalau radar pencarian ide sudah dihidupkan, pasti banyak ide yang bakal tertangkap. Tapiiii, hal ini juga harus dimulai dengan pemilihan tontonan yang bermutu dan bernilai kreatif yang tinggi. Tentulah untuk masalah ini teman-teman sudah sangat mengerti. ^_^

Dongeng

Jangan sepelekan dongeng. Dari dongeng dan sejenisnya pun ide bisa teman-teman jaring.

Jalan-jalan

Pastinya. Jalan-jalan kemana pun adalah momen yang sangat tepat untuk menjaring ide. Banyak penulis yang menghasilkan karya besar mendapatkan idenya itu ketika melakukan perjalanan. J.K. Rowling (Rowling lagi..:-D) juga kan ketemu si Hary di kereta waktu mengadakan perjalanan. Seno Gumira Ajidarma membuat ‘Negeri Senja’ juga terinspirasi perjalanannya ke Maroko.

Jalan-jalan ke toko buku

Kalau poin 9 sifat jalan-jalannya bebas ke mana saja. Nah, kalo ini mengerucutkan jalan-jalan ke toko buku. Melihat-lihat judul buku best seller dan buku yang lagi ngetren sambil baca-baca.

Ikut pelatihan

Selain merangsang keluarnya ide, ikut pelatihan menulis atau semacamnya ini perlu diikuti untuk membangun dan mengembangkan jaringan atau menemukan komunitas yang akan mendukung perkembangan ide-ide teman-teman.

Emosi

Bahagia, sedih, senang, dan rasa yang lain bisa jadi pemicu yang bagus untuk menghadirkan ide.

Cita-cita, mimpi, atau obsesi.

Hm…apa lagi ya, ada yang mau nambahin? Boleh mangga.

:. Berbagai sumber

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with ide at langit LANGIT.