Senja yang Pucat

Februari 16, 2011 § 4 Komentar

Susah payah kau tantang hari

Merajut  harap dari sulur-sulur kehidupan yang tersisa

Kau angkat tegaktegak penyangga kepala

Bersamaan dengan bayang-bayang kemenangan

Namun,

kau dapati gemintang tak jua hilangenggan membagi terang

hanya sepotong senja pucat

yang tersisa

kau merutuki diri sembari menyalahkan angin yang menerbangkan daundaun

Merebahkan batangbatang padi menyentuh tanah

Kau lupa, kesejatian ulur-Nya tergenggam

di batas paling dalam dari kemenyerahan pada-Nya

 

Lalu, kapankah kau akan menyerah?

 

Bekasi, 16.02.11

Mengelap Kenang

Februari 9, 2010 § 15 Komentar

Kaki memijak, mengelap kenang. Menyisir debuan, menyibak pekat istana laba-laba.
Kuas sisa melukis waktu menggetas teuas.
Mengerjap sekejap;
Memungut jejalin terpilin di jalanan setapak…

:. Mencoba mengurai
Terdengar senandung mengiringi, “Ya Allah, janganlah Engkau serahkan diri kami kepada kami sendiri, sekedip mata pun”. (HR. Abu Dawud, Nasai dan Ibnu Hibban)

13:51 WIB
09.02.10

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with puisi at langit LANGIT.